Wednesday, February 25, 2015

Jepang Buka Beasiswa S1 Terapan Bagi Lulusan Sekolah Vokasi

Pemerintah Jepang melalui Asosiasi Institut Teknologi Jepang memberikan Beasiswa S1 Terapan kepada lulusan sekolah vokasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 terapan. Program beasiswa bernama Monbukagakusho ini membebaskan mahasiswa dari biaya pendidikan dan memberikan tambahan biaya hidup selama menjalankan studi.

Wakil Direktur Asosiasi Institut Tekonologi se-Jepang, Prof. Matsumoto Tsutomu Ph.D., mengungkapkan para mahasiswa penerima beasiswa diberi kesempatan untuk berkuliah di salah satu sekolah vokasi dari total 51 sekolah vokasi yang ada di Jepang. Nantinya mereka tidak hanya akan dibebaskan dari biaya pendidikan, akan tetapi juga memperoleh biaya hidup sebesar 117 ribu yen atau setara Rp. 12 juta per bulan. Selain itu juga masih ditambah dengan asuransi dan tiket pesawat pulang pergi serta disediakan asrama untuk tinggal selama kuliah. ”Untuk Indonesia sendiri kita sediakan sekitar 10 kuota penerima beasiswa,” jelasnya jelasnya saat sosialisasi Beasiswa Monbukagakusho di Sekolah Vokasi UGM, Senin (23/2).

Untuk bisa mendapatkan beasiswa ini, kata dia, mahasiswa diwajibkan mengikuti seleksi dengan syarat IPK minimal 3,00 dan memiliki kemampuan Bahasa Jepang dan Inggris. Selain itu juga mengantongi mengantongi prestasi baik bidang akademik maupun non akademik. “Mereka yang bisa mendaftar adalah yang lahir antara tahun 1994 sampai 1999“jelasnya

Sementara itu Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan SV UGM, Dr. Wikan Sakarinto mengatakan bahwa pihaknya dipercaya sebagai pelaksana dalam proses seleksi penerima beasiswa Monbukagakusho. Program beasiswa ini baru akan dimulai pada Februari 2016 mendatang. Kendati begitu pendaftaran sudah dibuka pada Juni tahun ini. “Untuk mendapatkan beasiswa tersebut para pendaftar juga harus mendapatkan rekomendasi dari Sekolah Vokasi UGM. Itu hal yang utama,” tandasnya.

Wikan menambahkan disamping melakukan kerjasama pengembangan program beasiswa studi lanjut ke jenjang S1 terapan, Sekolah Vokasi UGM dan Jepang secara intensif melakukan sejumlah program pertukaran mahasiswa dan dosen, serta magang kerja. Hingga kini setidaknya terdapat sekitar 20 mahasiswa sekolah vokasi yang melaksanakan program magang di Jepang.

Guna meningkatkan kualitas sekolah vokasi maupun meningkatkan minat mahasiswa untuk studi lanjut, Wikan menyampaikan bahwa saat ini SV UGM juga mengembangkan kerjasama dengan sejumlah negara. Apabila selama ini kerjasama sudah dilakukan dengan Jepang, Cina, Korea Selatan, Italia dan Jerman, maka rencananya tahun depan Sekolah Vokasi UGM akan menjajaki kerjasama dengan pemerintah Belanda."Sekarang ini sudah ada sekitar 100 mahasiswa sekolah vokasi yang dikirim ke luar negeri baik untuk magang, studi lanjut, ataupun mengikuti konferensi internasional," jelasnya.

0 comments:


Post a Comment