Wednesday, November 3, 2010

3 letusan gunung berapi terdasyat di indonesia

3 letusan gunung berapi terbesar dan terdahsyat di indonesia yang merupakan salah satu letusan gunung berapi yang terbesar didunia. Indonesia memiliki sejarah yang panjang mengenai letusan gunung berapi, dan letusan tersebut merupakan letusan yang terbesar di dunia. Letusan 3 gunung berapi dicatat sejarah sebagai letusan gunung berapi terbesar di dunia, berikut tiga letusan gunung berapi yang terbesar dan terdahsyat di Indonesia:

Letusan Gunung berapi Gunung Toba

Letusan Gunung berapi Gunung Toba terjadi pada 71 – 75 ribu tahun silam, letusan gunung berapi tersebut melepaskan energi 1.000 megaton TNT atau 50 ribu kali lipat ledakan bom Hiroshima dan menyemburkan tephra 2.800 km kubik berupa ignimbrit. Letusan gunung berapi gunung toba tersebut mengakibatkan dampak yang sangat buruk salah satunya menyebabkan kematian dan kelaparan diseluruh permukaan bumi, dan yang lebih tragis lagi letusan gunung berapi ini diperkirakan membuat manusia yang hidup hanya tinggal 10.000 sampai 40.000, membuat manusia yang tinggal dari Afrika, menyebar ke Arab, Eropa, Asia dan Indochina, hal ini merupakan penelitian terbaru bahwa letusan gunung berapi gunung toba yang terjadi 73.000 tahun yang lalu merupakan penyebab dari hancurnya dari populasi nenek moyang manusia.

Selain menyebabkan kematian yang sangat tinggi, letusan gunung berapi juga menyebabkan perubahan iklim yang sangat signifikan, seperti suhu turun 16 derajat Celcius (29 derajat Fahrenheit) selama 50 tahun di Afrika. Hari ini suhu rata-rata di Nairobi adalah 25 derajat Celcius (77 Fahrenheit)

Letusan Gunung berapi ini membuatlubang besar dengan luas hampir 200 ribu hektar (panjang 100 km dan lebar 30 km) atau dua setengah kali negara Singapura dimana lubang itu kini terisi air dan disebut dengan Danau Toba.

Letusan Gunung Api Toba yang merupakan letusan mahadahsyat dan tiada bandingnya. Sejarah mencatat, itulah letusan terbesar di dunia selama dua juta tahun terakhir.
Gunung itu melontarkan sekitar 3.000 kilometer kubik material perut bumi, termasuk gas vulkanis dan asam sulfur ke langit.


Letusan Gunung berapi Gunung Tambora

Letusan Gunung Tambora terjadi 11 April 1815, Letusan Gunung Tambora menyebabkan kematian 80.000 orang, selain itu Letusan gunung berapi mengakibatkan kegelapan total. Abu yang dikeluarkan begitu banyak, mengakibatan kegelapan total di Jawa yang jaraknya 310 mil (500 km. Selama 5 hari gunung tambora memuntahkan abu dalam jumlah yang mampu meruntuhkan rumah-rumah di Pulau Sumbawa karena bobotnya. Letusan Gunung Berapi ini di ikuti dengan oleh angin topan

Kekuatan letusan Tambora melebihi kemampuan gunung dan pulau di mana gunung ini berdiri. Saat gunung ini melepaskan berton-ton batu karang, lava, dan abu, gunung itu mutlak menyusut. Tinggi yang semula 13.000 kaki (3.960 m) menyusut menjadi 9.000 kaki (2.740 m). Ironisnya, permukaan pulau mulai naik, saat abu bertumpuk beberapa sentimeter.

Letusan Gunung Tambora telah menyebabkan turunnya temperatur bumi. Menyebabkan kehancuran padi musim panas yang mulai menguning di Eropa dan Inggris. Temperatur pada bulan Juni jauh di bawah normal, turut menyumbang kerusakan yang telah disebabkan oleh kekeringan berkepanjangan.

Letusan Gunung berapi Krakatau

Letusan Gunung berapi Krakatau menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Letusan gunung berapi mengakibatkan tsunami yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.

Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.


Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.

1 comments:

cara mengatasi insomnia said...

Info menarik dan boleh sekali dicoba, Makasih buat infonya dan sukses selalu.


Post a Comment