Wednesday, June 9, 2010

Video Mesum Ariel Luna Maya Mudah Dilacak

Video Mesum Ariel Luna Maya Mudah Dilacak hal ini disampaikan oleh salah seorang pakar teknik informatika dari ITS Surabaya Yudhi Purwananto S.Kom M.Kom, Video Mesum Ariel Luna Maya Mudah Dilacak karena video itu termasuk salah satu rekayasa teknologi, misal dalam sari frame ada 30 gambar, dan sebuah video forno ariel peter pan luna maya yang terdiri dari beberapa menit, maka akan terdiri dari ratusan gambar dari sebuah video

Setelah diketahui bahwa video tersebut terdiri dari ratusan gambar maka gambar tersebut tinggal dicocokkan, hal tersebut disampaikan oleh Yudhi Purwananto S.Kom M.Kom kepada Anatara, hal tersebut disampaikan ketika menanggapi banyaknya video porno artis yang beredar

Rekayasa teknologi itu mudah terlacak karena puluhan gambar yang direkayasa itu pasti ada kelemahannya, sehingga lolos untuk benar-benar direkayasa secara sempurna.

Ditanya cara membedakan gambar yang direkayasa dengan aslinya, ia mengatakan hal itu juga mudah dilakukan dengan mengetahui ciri-ciri seseorang seperti tahi lalat atau barang yang melekat seperti tato.

Tentang ihtiar untuk memblokade laman porno dari sebuah komputer, ia mengaku hal itu agak sulit, karena laman porno itu selalu mempunyai alamat penelusuran dan alamatnya selalu diganti-ganti.

"Kalau alamatnya diganti akan muncul lagi, lalu diblokade lagi dan akan muncul lagi, karena itu sebaiknya para orangtua mengawasi sarana teknologi milik anaknya," katanya.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengingatkan media massa untuk tidak terjebak pada pelanggaran kode etik dan terjebak pada jurnalisme sensasi yang bermutu rendah.

Pelanggaran kode etik antara lain Pasal 5 (1) Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 yakni Pers Nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat.

Selain itu, Pasal 4 Kode Etik Jurnalistik (KEJ) bahwa Wartawan Indonesia tidak memuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul. Cabul ditafsirkan sebagai penggambaran tingkah laku secara erotis dengan foto, gambar, suara, grafis atau tulisan yang membangkitkan nafsu birahi.

Pada Pasal 9 Kode Etik Jurnalistik disebutkan bahwa Wartawan Indonesia menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.

0 comments:


Post a Comment