Monday, March 15, 2010

Fatwa Haramnya Rokok Oleh Muhamadiyah

Haramnya rokok yang dikeluarkan majelis Tarjig dan Pimpinanan Pusat melalui Prof. Dr. Syamsul Anwar, dan sebelum dikeluarkan fatwa haramnya rokok telah terlebih dahulu mendengarkan pendapat dari semua pihak yang ditinjau dari aspek ekonomi dan kesehatan, baru muhamadiyah mengeluarkan fatwa haramnya rokok.

Fatwa haramnya rokok
yang dikeluarkan oleh majelis Tarjig dan Pimpinanan Pusat, diputuskan pada tanggal 8 Maret 2010 di Yogyakarta, selain membahas haramnya rokok dalam rapat tersebut dibahas juga mengenai damfak haramnya rokok terhadap petani tembakau yang menjual tembakau

Ada beberapa hal yang membuat muhamadiyah mengeluarkan fatwa untuk mengharamkan rokok, diantaranya karena muhamadiyah ingin berfartipasi melindungi kesehatan masyarakat menciptakan masyarakat yang sehat bagi bangsa indonesia, terutama untuk masyarakat yang kurang sejahtera atau masyarakat dibawah garis kemiskinan.


Ada beberapa hal yang menyebabkan rokok diharamkan menurut data Susenas 2006, pengeluaran pendapatan petani banyak digunakan untuk pembelian rokok mencapai 11, 9 %, sedangkan untuk keluarga dengan pendapatan yang tinggi justru hanya mencapai 6,8 %, sehingga pengeluaran untuk membeli rokok menempati urutan kedua setelah pembelian beras, sehingga sangat merugikan petani

Haramnya rokok merupakan barang yang sangat banyak mengandung racun, dan berbahaya bagi kesehatan banyak mengandung zat - zat yang berbahaya bagi kesehatan, dan Al-Qur’an menurut surat An-Nisa’ ayat 29 “Jangan kamu membunuh dirimu sendiri…” dan surat Al-Isra’ ayat 26-27 “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros (26)” dan “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhan, sehingga wajarlah kalau muhamadiyah mengharamkan rokok

0 comments:


Post a Comment