Thursday, August 6, 2009

TUGAS BUDIDAYA TANAMAN HORTIKULTURA

1. Cara Memilih Bibit Kentang yang baik?
- Umbi bibit berasal dari umbi produksi berbobot 30-50 gram.
- Pilih umbi yang cukup tua antara 150-180 hari,
- umur tergantung varietas, tidak cacat, umbi baik, varitas unggul
- Umbi disimpan di dalam rak/peti di gudang dengan sirkulasi udara yang baik (kelembaban 80-95%).
- Lama penyimpanan 6-7 bulan pada suhu rendah dan 5-6 bulan pada suhu 25 derajat C.
- Pilih umbi den
- dengan ukuran sedang, memiliki 3-5 mata tunas.
- umbi yang akan digunakan sebagai bibit hanya sampai generasi keempat saja
- bertunas sekitar 2 cm, umbi siap ditanam.
- Bila bibit diusahakan dengan membeli, (usahakan bibit yang kita beli bersertifikat)
- berat antara 30-45 gram dengan 3-5 mata tunas.
- Penanaman dapat dilakukan tanpa dan dengan pembelahan
- Pemotongan umbi dilakukan menjadi 2-4 potong menurut mata tunas yang ada
- Sebelum tanam umbi yang dibelah harus direndam dulu di dalam larutan Dithane M-45 selama 5-10 menit. Walaupun pembelahan menghemat bibit, tetapi bibit yang dibelah menghasilkan umbi yang lebih sedikit daripada yang tidak dibelah
- Cara ini tidak biasa dilakukan karena lebih rumit dan memakan waktu lebih lama. Bahan tanaman yang akan diambil stek batang/tunasnya harus ditanam di dalam pot. Pengambilan stek baru dapat dilakukan jika tanaman telah berumur 1-1,5 bulan dengan tinggi 25-30 cm. Stek disemaikan di persemaian. Apabila bibit menggunakan hasil stek batang atau tunas daun, ambil dari tanaman yang sehat dan baik pertumbuhannya.

2. Cara Memilih Bibit bawang yang baik
- Yang pertama adalah kelompok umbi sets besar yang diameter umbinya sekitar 2-2,5 cm atau beratnya 6,3 gram. Kelompok kedua adalah umbi sets sedang yang diameternya 1,5-2 cm dengan berat rata-rata 1,4 gram. Yang terakhir, umbi sets berukuran kecil dengan diameter 0,5-1,5 cm dengan beratnya 0,5 gram.
- Sebaiknya, umbi sets yang berukuran di atas 2,5 cm tidak digunakan untuk bibit. Umbi set yang kecil, di bawah ukuran 1,75 cm, sebaiknya juga tidak dipakai untuk bibit karena dapat menghasilkan tanaman yang produksinya rendah. Ukuran 1,75-2,5 cm adalah pilihan untuk bibit yang baik.
- udah cukup tua (dipanen sekitar 70 hari) dan telah melalui masa penyimpanan selama 60-90 hari,
- bila umbi dipotong 1/3 bagian, titik tumbuh nampak berwarna hijau
- ukuran umbi sedang (3-4 gram/umbi),
- bernas, kulit umbi mengkilap dan tidak luka. Kebutuhan bibit sekitar 800 -1200 kg/ha




3. Guna Pemupukan Pada Tanaman Bawang/kentang

Kentang
- Kompos/pupuk organik disamping meningkatkan aktivitas microbiologis tanah juga sebagai Growth Promoting Factor bagi tanaman dan meningkatkan daya serap air, meningkatkan nilai tukar kation disebabkan kandungan humoidnya tinggi dan dapat memperbaiki struktur tanah dan potensinya sebagai penyimpan dan penyedia hara utama di dalam tanah
- memperbaiki sifat fisika dan biologi tanah, bahan organik juga berperan sebagai penyumbang unsur hara serta meningkatkan efisiensi pemupukan dan serapan hara oleh tanaman
- Hara makro : N, P, K, Ca, Mg, S dan dalam keadaan khusus hara Si (Untuk meningkatkan pengambilan P dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap disaster dan hama), oxygen, carbon, hidrogen.
- Hara meso : Zn (Hara Zn saat kini bukan dalam kategori unsur mikro lagi)
- Hara mikro : Mn, Fe, B, Cu, Mo, Co, Cl.
- Tanaman kentang memerlukan banyak N karena dapat memacu perpanjangan sel dan pertumbuhan vegetatif, memperbesar jumlah umbi, dan memperlambat saat inisiasi (Krauss dan Marschner, 1982)
- meningkatkan hasil dan kandungan protein umbi (Dubetz dan Bole, 1975). Berdasarkan hasil penelitian, Duaja (1995) mengemukakan bahwa untuk memperoleh hasil umbi kentang yang tinggi, diperlukan pupuk N antara 100 sampai 200 kg ha -1
- penggunaan pupuk N untuk merangsang pertunasan bibit, meningkatkan pertumbuhan batang daun dan ranting, meningkatkan pembentukan klorofil, pembentukan klorofil, meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur hara lainnya
- Ditinjau dari segi efisiensi pemupukan N, ternyata kombinasi penggunaan Urea dan ZA masing-masing setengah dosis total N adalah terbaik dilihat dari produksi, mutu hasil umbi, dan serapan hara tanaman kentang pada tanah Andisols atau semacamnya (Suwandi dan Asandhi, 1986
- Pupuk makro bertujuan untuk memacu pertumbuhan dan peningkatan produksi

Bawang Merah
Pupuk ini dicampurkan pada tanah bedengan sambil menggemburkan dan meratakan bedengan lagi. Dengan pemberian pupuk ini akan dapat membantu memperbaiki struktur tanah, memperbaiki daya tampung air, kesuburan dan kegemburan tanah.

Tindakan pemupukan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hara bagi tanaman, terlebih lagi apabila suplai hara dalam tanah tidak mencukupi. Oleh karena itu pemupukan yang tidak efisien malah akan meningkatkan biaya produksi. Dari hasil penelitian, penggunaan pupuk N yang berimbang dan pemanfataan pembakaran jerami dapat mengurangi kebutuhan pupuk N.


4. Cara Pemupukan Pada Tanaman Bawang/kentang
 Kentang

 Limbongan dan Monde (1999) menyata- kan bahwa pemberian pupuk organik 1,20t/ha menghasil kan umbi kering terbanyakyaitu 5,64 t/ha
 Pupuk dasar organik berupa kotoran ayam 10 ton/ha, kotoran kambing sebanyak 15 ton/ha atau kotoran sapi 20 ton/ha diberikan pada permukaan bedengan kurang lebih seminggu sebelum tanam, dicampur pada tanah bedengan atau diberikan pada lubang tanam.
 Selain pupuk organik, maka pemberian pupuk anorganik juga sangat penting untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk yang biasa diberikan Urea dengan dosis 330 kg/ha, TSP dengan dosis 400 kg/ha sedangkan KCl 200 kg/ha. Secara keseluruhan pemberian pupuk organik dan anorganik adalah sebagai berikut:Pupuk kandang: saat tanam 15.000-20.000 kg.Pupuk anorganikUrea/ZA: 21 hari setelah tanam 165/350 kg dan 45 hari setelah tanam 165/365 kg.

 Bawang
- Kebutuhan pupuk setiap jenis tanaman berbeda tergantung pada tingkat kesuburan tanahnya. Tindakan pemupukan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hara bagi tanaman, bila suplai hara dalam tanah tidak mencukupi.

Oleh karena pemupukan yang tidak efisien dapat menyebabkan meningkatnya biaya produksi. Pemupukan pada tanah-tanah yang produktif seperti di pusat produksi kabupaten Nganjuk dan Probolinggo tidak perlu berlebihan, cukup menggunakan takaran urea 200 kg/ha, KCl 200 kg/ha dan ZA 450-500 kg/ha yang masing- masing diberikan separo pada umur tanaman 15 dan 30 hari.

Sedangkan untuk pupuk dasar dapat menggunakan pupuk kandang kotoran sapi 10-15 ton/ha atau kotoran ayam yang sudah masak sebanyak 5 ton/ha dan TSP 150 kg/ha yang diberikan 7 hari sebelum tanam.

Cara pemupukan sebaiknya dilakukan dngan membuat larikan di sekitar tanaman dan pupuk dibenamkan kemudian ditutupi tanah. Pemupukan dengan cara menyebar sebaiknya tidak dilkukan karena tidak efisien dan bila pupuk menempel pada daun akan menyebabkan trebakar.

SP-36: saat tanam 400 kg.

KCl: 21 hari setelah tanam 100 kg dan 45 hari setelah tanam 100 kg.

Pupuk cair: 7-10 hari sekali dengan dosis sesuai anjuran.

Pupuk anorganik diberikan ke dalam lubang pada jarak 10 cm dari batang tanaman kentang.

 Anjuran pemupukan secara umum untuk bawang merah adalah sebagai berikut : (a) pupuk dasar berupa pupuk kandang matang (siap digunakan) sebanyak 10 t/ha, (b) pupuk Urea, SP-36 dan KCl masing-masing sebanyak 100 kg, 150-200 kg, dan 200 kg per hektar, diberikan secara larikan pada saat tanam, (c) pemupukan susulan dilakukan pada saat tanaman berumur 35 hari yakni Urea sebanyak 100 -150 kg/ha, diberikan secara larikan.
 Pemupukan: Tanaman bawang merah membutuhkan pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik yang diberikan ialah pupuk kandang. Dosisnya ialah 10-20 ton/ha, diberikan sebelum tanam yakni saat melakukan pengolahan. Pupuk organik yang dibutuhkan adalah TSP sebanyak 150-200 kg/ ha. Pupuk ini diberikan seraya tnencampur pupuk kandang. Selain itu kita berikan pupuk tambahan berupa 300 kg Urea dan 200 kg KCl/ha. Pupuk ini diberikan dengan cara larikan/barisan saat tanaman berumur 10-15 hari.
 Pemupukan N untuk bawang merah pada musim kemarau maupun musim hujan dapat menggunakan kisaran dosis 150 kg sampai 200 N kg/ha yang berasal dari sepertiga bagian N Urea dan duapertiga N dari ZA serta 150 kg KCl ha yang diberikan 7 hari sebelum tanam.

5. Pembentukan Rumpun pada tanaman bawang
Setelah biji berkecambah , bibit akan tumbuh dan berkembang , demikian pula organ – organ tubuhnya. Dengan proses pertumbuhan yang begitu pesat, cadangan makanan didalam biji yang jumlahnya terbatas tidak dapat memenuhi kebutuhan lagi sehingga akar mulai melakukan penyerapan makanan. Helaian daun baru mulai terbentuk satu persatu dan batang yang pendek semakin memanjang dengan proses yang begitu lambat.
Proses perkembangan ini terjadi terus menerus sehingga terbentuk umbi dang bunga bawang. Disamping itu, jumlah akar bawangpun semakin brtambah pula guna mencukupi keperluan sehari – hari, jumlah akar setiap tanaman semula kira – kira 15 akar, sedangkan jumlah daun bawang yang berumur 48 hari hanya 3 helai. Semakin tua, jumlah daun akan bertambah pula
Pada saat tanaman tumbuh, semua makanan yang diserap di manfaatkan untuk pertumbuhan. Umbi baru mulai berkembang setelah akar, batang dan daun mengalami pertumbuhan maksimal

6. Panen dan Pasca Panen Kentang
- Panen
Umur panen kentang berbeda menurut jenisnya, tetapi umumnya dipanen saat berumur 3-4 bulan setelah tanam.Setelah panen, sebaiknya kentang dipungut seminggu setelah daun dan ujung batangnya kering. Bila belum kering, mutu umbinya akan rendah dan kulitnya akan lecet sehingga tidak bisa dijadikan bibit. Penggalian untuk memungut umbi harus berhati-hati jangan sampai umbinya terluka kena cangkul atau alat penggali lainnya.
Umur panen kentang berbeda menurut jenisnya, tetapi umumnya dipanen saat berumur 3-4 bulan setelah tanam.Setelah panen, sebaiknya kentang dipungut seminggu setelah daun dan ujung batangnya kering. Bila belum kering, mutu umbinya akan rendah dan kulitnya akan lecet sehingga tidak bisa dijadikan bibit. Penggalian untuk memungut umbi harus berhati-hati jangan sampai umbinya terluka kena cangkul atau alat penggali lainnya

- Pasca Panen
Menurut ukuran berat, kentang segar digolongkan dalam:
a) Kecil: 50 gram kebawah.
b) Sedang: 51-100 gram.
c) Besar: 101-300 gram.
d) Sangat besar: 301 gram ke atas.

Menurut jenis mutunya kentang segar digolongkan dalam 2 jenis mutu, yaitu mutu I dan mutu II.
a) Keseragaman warna dan bentuk: mutu I=seragam; mutu II=seragam.
b) Keseragaman ukuran: mutu I=seragam; mutu II=seragam.
c) Kerataan permukaan kentang: mutu I=rata; mutu II=tidak disyaratkan.
d) Kadar kotor (bobot/bobot): mutu I=maksimum 2,5%; mutu II=maksimum 2,5%.
e) Kentang cacat (bobot/bobot): mutu I=maksimum 5%; mutu II=maksimum 10%.
f) Ketuaan kentang: mutu I=tua; mutu II=cukup tua.

Untuk mendapatkan hasil kentang yang sesuai dengan standar maka dilakukan pengujian Yang meliputi:

Penentuan keseragaman ukuran kentang
Timbang seluruh cuplikan, kemudian timbang tiap butir dalam cuplikan. Pisahkan butir-butir yang beratnya diatas/dibawah ukuran berat yang telah ditentukan dan timbanglah semuanya.Bila presentase berat butir yang diatas/dibawah ukuran berat masing-masing sama/kurang dari 5% maka contoh dianggap seragam.

Penentuan kerataan permukaan kentang
Timbang seluruh cuplikan dan ukur benjolan yang terdapat pada tiap butir dalam cuplikan.Pisahkan butir-butir cuplikan yang mempunyai benjolan lebih dari 1 cm sama/kurang dari 10% jumlah cuplikan maka cuplikan dianggap mempunyai permukaan rata.

Penentuan kadar kotoran
Timbanglah sampai mendekati 0,1 gram sebanyak lebih kurang 500 gram cuplikan dalam wadah yang telah ditera sebelumnya dan tuanglah kedalalam sebuah bak kayu yang disediakan khusus untuk itu. Pilihlah kotoran-kotoran dan timbanglah berat masing-masing.

Penentuan cacat pada kentang segar
Timbang seluruh cuplikan dan tentukan butir-butir kentang yang cacat. Pisahkan butir-butir yang cacat dan timbanglah semuanya.Bila presentase berat butir-butir yang cacat sama/kurang dari 50%, maka cuplikan dianggap Mutu I dan bila sama/kurang dari 10% maka cuplikan dianggap Mutu II.

Penentuan ketuaan pada kentang segar
Timbanglah seluruh cuplikan dan tentukan butir contoh yang tua/cukup tua. Pisahkan butir yang tua/cukup tua dan timbanglah semuanya. Bila presentase berat butir contoh yang kulitnya mengelupas beratnya lebih dari ¼ bagian permukaannya sama/kurang dari 5%, maka cuplikan dianggap tua dan bila sama/kurang dari 10%, maka cuplikan dianggap cukup tua.

7. Pemotongan pada bibit tanaman Kentang
Pemotongan 1/3 bagian
- menumbuhkan sejumlah tunas yang sehat dari umbi bibit beberapa minggu sebelum ditanam sehingga diperoleh tanaman yang seragam.
- Agar umbi dapat tumbuh secara merata
- Untuk merangsang tumbuhnya tunas
- Mempercepat tumbuhnya tanaman
- Merangsang tumbuhnya umbi samping
- Mendorong terbentuknya anakan
 Gambar pemotongan 1/3 dan 1/8 bagian

 Gambar pemotongan dari Keseluruhan Umbi



8. Tanaman harus disimpan terlebih dahulu
Kentang
- Penyimpanan bertujuan untuk memecah masa dormansi.
- Umbi yang telah habis masa istrahat akan keluar mata – mata tunas yang ada di permukaan kulitnya
Bawang
- Penyimpanan bertujuan untuk memecah masa dormansi.
- Karena dengan di simpan umbi sudah tumbuh tunasnya, jika dipotong melintang akan terlihat tunasnya yang berwarna hijau, yang panjangnya sekitar sekitar separuh panjang umbi.
- Bibit akan kuat menghadapi penyakit
9 Mematahkan Dormans
Faktor-faktor yang menyebabkan dormansi pada biji adalah :
1. Tidak sempurnanya embrio (rudimentary embryo),
2. Embrio yang belum matang secara fisiologis (physiological immature embryo),
3. Kulit biji yang tebal (tahan terhadap pergerakkan mekanis),
4. Kulit biji impermeable (impermeable seed coat) dan Adanya zat penghambat (inhibitor) untuk perkecambahan (Abidin, 1987
Menurut Muhammad Salim Saleh (2004), pada dasarnya dormansi dapat diperpendek berbagai perlakuan sebelum dikecambahkan, baik secara fisik, kimia dan biologi. Benih yang cepat berkecambah berarti memiliki kesempatan tumbuh axis embrio lebih panjang sehingga memungkinkan terjadi pembekakan pada bagian ujungnya sebagai tempat pertumbuhan akar dan plumula sehingga akar menjadi lebih panjang.
dikecambahkan secara in-vitro. Dormansi fisik dapat dipatahkan dengan cara mengisolasi embrio dari biji lalu mengecambahkannya, sedangkan dormansi fisiologis dapat dipecahkan dengan perlakuan kimia seperti penambahan giberellin (GA3) ke dalam media kultur.

0 comments:


Post a Comment