Sunday, August 2, 2009

Proposal BISnis Plan pembibitan kakao dengan media air kelapa

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Theobroma cacao.L adalah nama biologis yang diberikan pada pohon kakao oleh Linneus. Tanaman kakao ini merupakan salah satu tanaman perkebunan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pembangunan pertanian yang luas di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah telah melakukan upaya pengembangan dan peningkatan kualitas kakao mulai dari pengolahan biji, dan pembibitan dengan menggunakan teknik dan teknologi yang dapat meningkatkan mutu dalam budidaya tanaman kakao.
Produksi dan perdagangan kakao dunia saat ini dikuasai oleh tiga negara, yaitu Pantai Gading Afrika, Ghana dan Indonesia. Pada tahun 2000 Pantai Gading Afrika menguasai pasar ekspor dengan pangsa sekitar 43%, sedangkan Ghana 15% dan Indonesia 14% (Herman, Wahyudi, 2006).
Tanaman kakao juga merupakan tanaman tahunan yang banyak diusahakan oleh perusahaan swasta, nasional dan asing. Saat ini kakao menjadi salah satu komoditi yang banyak mendatangkan pendapatan bagi masyarakat dan devisa bagi negara. Hal ini perlu untuk terus dikembangkan apalagi Indonesia merupakan negara ketiga menguasai produk kakao dunia.
Di Indonesia kakao sebagai suatu komodoti yang penting dalam bidang perdagangan. Tanaman kakao membutuhkan perhatian khusus dalam mengisi suatu peluang ekspor non-migas yang dapat membawa dampak pada usaha perluasan areal penanaman kakao. Hal ini bertujuan agar produksi kakao mempunyai kualitas tinggi dan mampu bersaing pada pasar lokal dan internasional (Herman, Wahyudi, 2006).
Untuk berproduksi secara optimal, tanaman kakao membutuhkan pemeliharaan pembibitan yang salah satunya memberikan air kelapa. Pada saat sekarang ini penggunaan air kelapa belum banyak digunakan di perkebunan, ini merupakan salah satu cara menghindari penggunaaan pupuk buatan (an-organik) yang secara terus-menerus pada jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Hal ini dapat dicegah secara perlahan dengan penggunaan air kelapa dan penggunaan pada pembibitan kakao.
Pemanfaatan air kelapa ini didasarkan karena kandungan di dalam air kelapa antara lain nikotiana, auksin, giberilin, dan senyawa-senyawa lainnya yang dapat berpengaruh pada pembentukan akar.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa air kelapa dapat meningkatkan pertumbuhan jaringan, baik mendorong pertumbuhan kalkus maupun morogenesis. Hal ini disebabkan karena air kelapa dapat menyangga pertumbuhan pH dalam media. Air kelapa memiliki pH 4,5 – 5,3 , dimana asam organik yang terdapat pada air kelapa berfungsi sebagai buffer terhadap perubahan pH.

Adapun kandungan air kelapa adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Unsur-unsur yang ditemukan pada air kelapa (Umur 100 Hari).
Unsur-unsur yang ditemukan pada air kelapa Miligram ( per 100 ml )
Kalium 312,00
Natrium 105,00
Kalsium 29,00
Magnesium 30,00
Besi 0,10
Tembaga 0,04
Posfor 37,00
Belerang 24,00
Khlor 183,00
Sumber : George dan Sherrington cit Rita Erlinda, 2000.

Penambahan air kelapa pada pembibitan kakao juga tidak memerlukan biaya yang terlalu besar. Hal ini disebabkan karena pada umumnya air kelapa hanya berupa limbah pertanian yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat.

1.2. Tujuan Proyek Usaha Mandiri (PUM)
Proyek Usaha Mandiri (PUM) dan pembuatan proposal dalam Pembibitan kakao dengan menggunakan air kelapa memiliki tujuan sebagai berikut:
1. Menumbuhkan enterpreneur (jiwa kewirausahaan) di kalangan mahasiswa dalam rangka penerapan ilmu pengetahuan.
2. Meningkatkan keterampilan melalui pengalaman dalam melaksanakan Proyek Usaha Mandiri (PUM).
3. Melatih mahasiswa dalam memanajemen diri dan memanajemen usaha yang dilaksankan pada pembibitan kakao.
4. Melihat penggunaan air kelapa sebagai alternatif meningkatkan keuntungan petani dalam pembibitan kakao.
5. Menbentuk suatu usaha pembibitan kakao yang memprioritaskan mutu yang tinggi dalam upaya peningkatan kualitas budidaya tanaman kakao selanjutnya.
1.3. Manfaat Ekonomi
Kakao merupakan salah satu komoditi unggulan pertanian Indonesia. Kakao berperan dalam pembangunan perekonomian indonesia dengan nilai devisa sebesar US$ 574 juta pada tahun 2004. Pendapatan nasional tidak hanya ditingkatkan melalui komoditinya. Penyerapan tenaga kerja melalui tenaga kerja sekitar 800.000 kk tahun 2004 (Herman, Wahyudi, 2006). Dari lapangan pekerjaan tersebut, apabila kepala keluarga dapat memenuhi kebutuhan rumah tangganya maka akan tercipta perekonomian masyarakat yang sejahtera.
Sekarang ini banyak perusahaan yang bergerak dibidang penghasil makanan berprotein dan berlemak sehubungan dengan permintaaan masyarakat terhada pentingnya gizi. Kakao sebagai salah satu bahan yang mempunyai kandungan lemak yang tinggi merupakan salah satu komoditi yang diminati perusahaan-perusahaan tersebut. Hal ini akan berpengaruh terhadap permintaan kakao.
Disamping itu, hasil limbah dari usaha ini juga dapat dimanfaatkan sebagai penghasil sampingan, seperti kulit kakao sebagai bahan pakan ternak karena mempunyai kandungan protein yang tinggi. Pemasaran biji kakao juga bisa memasuki pasar internsional. Hal ini membawa dampak positif bagi perekonominan negara karena dapat memberikan sumbangan devisa sehingga dapat meningkatkan pendapatan nasional.
1.4. Manfaat Sosial
Dengan melaksanakan pembibitan kakao dalam skala, dapat menyediakan lapangan pekerjaan sehingga dapat mengurangi pengangguran, dimana pada saat ini ketersediaan lapangan pekerjaan sangat sedikit.
Apabila ditinjau dari segi komoditi kakao itu sendiri maka manfaat yang didapati masyrakat yaitu pemenuhan gizi akan kandungan lemak yang sehat dari hasil olahan kakao. Kakao merupakan komoditi pertanian dengan standar dagang yang tinggi dapat menekan impor kakao dari negara-negara lain yang menghasilkan kakao. Apabila impor dapat ditekan maka devisa negara bertambah yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahtraan masyarakat.

Sahabat kalau membutuhkan file secara lengkap silahkan download disini, jangan lupa tinggalkan komentarnya untuk kemajuan blog kita ini.
http://www.indowebster.com/Proposal_BISnis_Plan_pembibitan_kakao_dengan_media_air_kelapa__1.html

0 comments:


Post a Comment