Sunday, August 23, 2009

pendapatan juga dapat di definisikan

Pengertian Pendapatan

Tujuan pokok dijalankannya suatu usaha perdagangan adalah untuk memperoleh pendapatan, dimana pendapatan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kelangsungan hidup usaha perdagangannya. Pendapatan yang diterima adalah dalam bentuk uang, dimana uang adalah merupakan alat pembayaran atau alat pertukaran. ( Samuelson dan Nordhaus, 1997 : 36 )

Selanjutnya, pendapatan juga dapat di definisikan sebagai berikut : “ Pendapatan menunjukan jumlah seluruh uang yang diterima oleh seseorang atau rumah tangga selama jangka waktu tertentu ( biasanya satu tahun ), pendapatan terdiri dari upah, atau penerimaan tenaga kerja, pendapatan dari kekayaan seperti : ( sewa, bunga dan deviden ) serta pembayaran transfer atau penerimaan dari pemerintah seperti tujangan sosial atau asuransi pengangguran”. ( Samuelson dan Nordhaus, 1997 : 258 )

Adapun menurut Lipsey pendapatan terbagi dua macam, yaitu :

1. Pendapatan perorangan .
2. Pendapatan disposible

- Pendapatan perorangan adalah pendapatan yang dihasilkan oleh atau dibayarkan kepada perorangan sebelum dikurangi dengan pajak penghasilan perorangan. Sebagian dari pendapatan perorangan dibayarkan untuk pajak, sebagian ditabung oleh rumah tangga ; yaitu pendapatan perorangan dikurangi dengan pajak penghasilan.

- Pendapatan disposible merupakan jumlah pendapatan saat ini yang dapat di belanjakan atau ditabung oleh rumah tangga ; yaitu pendapatan perorangan dikurangi dengan pajak penghasilan. ( Lipsey, 1991 : 40 )

Sedangkan menurut Gilarso pendapatan atau penghasilan adalah sebagai balas karya. Pendapatan sebagai balas karya terbagi dalam enam kategori, yaitu :

1. Upah/ gaji adalah balas jasa untuk pekerjaan yang dilaksanakan dalam hubungan kerja dengan orang / instansi lain ( sebagai karyawan yang dibayar ).

2. Laba usaha sendiri adalah balas karya untuk pekerjaan yang dilakukan sebagai

“ pengusaha “ yaitu mengorganisir produksi, mengambil keputusan tentang kombinasi faktor produksi serta menanggung resikonya sendiri entah sebagai petani/ tukang/pedagang dan sebagainya.

3. Laba Perusahaan ( Perseroan ) adalah laba yang diterima atau diperoleh perusahaan yang berbentuk atau badan hukum.

4. Sewa adalah jasa yang diterima oleh pemilik atas penggunaan hartanya seperti tanah, rumah atau barang-barang tahan lama.

5. Penghasilan campuran ( Mixed Income ) adalah penghasilan yang diperoleh dari usaha seperti ; petani, tukang, warungan, pengusaha kecil, dan sebagainya disebut bukan laba, melainkan terdiri dari berbagai kombinasi unsur-unsur pendapatan :

- Sebagian merupakan upah untuk tenaga kerja sendiri.

- Sebagian berupa sewa untuk tanah/ alat produksi yang dimiliki sendiri.

- Sebagian merupakan bunga atas modalnya sendiri.

- Sisanya berupa laba untuk usaha sendiri.

6. Bunga adalah balas jasa untuk pemakaian faktor produksi uang. Besarnya balas jasa ini biasanya dihitung sebagai persen ( % ) dari modal dan disebut tingkat / dasar bunga (rate of interst, disingkat, atau i). ( Gilarso, 1998: 380)

Pass dan Lowes, berpendapat bahwa pendapatan adalah uang yang diterima oleh seseorang dan perusahaan dalam bentuk gaji (Wages) upah, (Salaries) sewa,

(Rent), bunga, (Interest), laba, (Profit), dan lain sebagainya bersama-sama dengan tunjamgan pengangguran, uang pensiun, dan lain sebagainya.

( Pass dan Lowes, 19994:287)

Menurut Lipsey, profit/ keuntungan adalah pendapatan yang diterima oleh seseorang dari penjualan produk barang maupun produk jasa yang dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam membiayai produk barang maupun produk jasa tersebut. ( Lipsey, 1990 : 257 )

Anggipora berpendapat bahwa, margin pemasaran adalah selisih antara hasil yang diterima distributor dengan harga yang di bayar konsumen. ( Anggipora, 1999 : 125 )

B. Definisi Pasar

Pasar merupakan suatu mata rantai yang menghubungkan antara produsen dan konsumen. Ajang pertemuan antara penjual dan pembeli, antara dunia usaha dengan masyarakat konsumen. Pasar memainkan peranan yang sangat penting dalam perekonomian modern, karena harga-harga terbentuk di pasar.

( Gilarso, 1998 : 154 )

Selanjutnya menurut Gilarso pengertian pasar dalam arti sempit adalah “suatu tempat dimana pada hari tertentu oara penjual dan pembeli dapat bertemu untuk jual beli barang.

Para penjual menawarkan barang ( beras, buah-buahan, dan sebagainya )

dengan harapan dapat laku terjual dan memperoleh sekedar uang sebagai gantinya. Para konsumen (pembeli) datang ke pasar untuk berbelanja dengan membawa uang unutk membayar harganya. ( Gilarso, 1998 hal : 154 )

pasar dalam arti luas, Gilarso berpendapat bahwa pasar terjadi kalau ada :

- Suatu “pertemuan’’ antara

- Orang yang mau menjual,dan

- Orangyang mau membeli

- Suatu barang dan jasa tertentu

- Dengan harga tertentu

( Gilarso, 1998 hal : 154 )

Sedangkan menurut Sudarsono pasar adalah jumlah barang atau jasa yang ditawarkan pengusaha tergantung atas titik optimal usahanya. Konsep titik optimal usaha ini berlaku pada semua bentuk pasar yang dihadapi oleh pengusaha.

(Sudarsono 1995 hal : 266 )

Menurut Miller dan Meiners, pasar dalam arti luas adalah suatu pasar tidaklah harus suatu tempat, tetapi suatu institusi yang menjadi ajang operasi kekuatan-kekuatan yang menentukan harga. Dengan kata lain dalam pasarlah pemasokan dan permintaan beroperasi.

Dipihak lain, lokasi pasar adalah lokasi geografis tempat pertukaran terjadi, tempat hasil pemasokan dan permintaan berlangsung dan tempat syarat-syarat terdaftar.

Selain itu pasar juga harus mempunyai mekanisme pasar yang merujuk pada jaringan informasi dalam dan antar pasar ( atau lokasi pasar ). Misalnya mekanisme pasar memungkinkan individu-individu saling berhubungan mengenai harga dan ketersediaan.

( Miller dan Meiners, 1997,hal :23 )

Selanjutnya menurut Miller dan Meiners dalam bukunya “Teori Ekonomi Intermediate”, mengatakan bahwa pasar memiliki dua fungsi yang sangat penting yaitu :

1. Pasar kompetitif itu menyediakan informasi atau pengetahuan yang harus dimiliki oleh konsumen dan produsen dalam rangka memperhitungkan peningkatanan penurunan barang-barang langka ( atau sumber daya produktif), melalui penyesuaian harga relatif yang mudah dipahami.

2. Pasar berfungsi memotivisir konsumen dan produsen untuk berekasi atau memberi tanggapan secara layak informasi itu, dengan memberi imbalan yang lebih tinggi, baik itu berupa upah, laba, atau utilitas kepada produsen dan konsumen dan produsen yang memang lebih baik reaksinya.

(Miller dan Meiners, 1997 : hal 381-382).

Sedangkan menurut Pass dan Lowers, pasar adalah suatu mekanisme pertukaran yang mempertemukan para penjual dan pembeli suatu produk (product), faktor produksi (factor of production) atau surat berharga (financial security). Pasar mencakup sejumlah produk dalam dimensi fisik dan ruang. Dalam kaitannya dengan produk, sebuah pasar dapat didefinisikan sebagai suatu yang berisikan kelompok barang dan jasa yang dipandang sebagai produk-produk pengganti oleh pembeli.

(Pass dan Lowers,1994 : hal 393).

Samuelson dan Nordhaus, berpendapat bahwa mekanisme pasar adalah suatu bentuk organisasi ekonomi dimana pembeli dan penjual bertemu dan berinteraksi melalui pasar untuk memecahkan tiga masalah ekonomi yang mendasar, sedangkan pasar adalah proses yang digunakan oleh pembeli dan penjual untuk berhubungan dalam menentukan harga dan jumlah.

(Samuelson dan Nordhaus, 1993 hal : 52 dan 55).

Menurut Mc Carthy dan Perreault, pasar adalah sekelompok pedagang potensial dengan kebutuhan yang serupa dan penjual yang menawarkan berbagai produk, yaitu cara memenuhi kebutuhan itu.

Definisi pasar menurut Mc Carthy dan Perreault dibagi atas 4 (empat) bagian, yaitu :

1. Pasar atas jenis produk menguraikan barang dan jasa yang diinginkan pelanggan.

2. Pasar atas kebutuhan pelanggan (pemakai) mengacu pada kebutuhan yang akan dipenuhi jenis poduk bagi pelanggan.Pada tingkat “paling dasar” jenis produk biasanya menyediakan maslahat fungsional (functional benefit), sepeti pertumbuhan, perlindungan, peringatan, penghangatan, pengangkutan, pengeboran, dan sebagainya.

3. Pasar atas jenis pelanggan (customer type) mengacu pada konsumen atau pemakai akhir suatu jenis produk. (jenis pelanggan yang sekarang atau potensial).

4. Pasar atas daerah (geografic area) adalah tempat perusahaan bersaing atau berencana untuk bersaing memperebutkan pelanggan ( Mc Carthy dan Perreault, 1993 : 66 )

Selanjutnya menurut Sofyan Assauri “ yang dikutip dari Philip Kotler “ menyatakan bahwa suatu pasar terdiri dari seluruh konsumen atau langganan potensial yang mempunyai kebutuhan dan keinginan tertentu yang ingin dan mampu dipenuhi dengan pertukaran, sehingga dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan tersebut. Sedangkan menurut Sofyan Assauri sendiri, pasar adalah merupakan arena pertukaran potensial baik dalam bentuk fisik sebagai tempat bekumpul atau bertemunya para penjual dan pembeli, maupun yang berbentuk fisik yang memungkinkan terlaksananya pertukaran, karena dipenuhi persyaratan pertukaran, yaitu minat dan citra serta daya beli. ( Assauri, 1999 : 93).

Sedangkan menurut Mentri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia dalam keputusannya menyatakan bahwa pasar adalah tempat bertemunya pihak penjual dan pihak pembeli untuk melaksanakan transaksi dimana proses jual beli terbentuk, yang menurut kelas mutu pelayanan dan menurut sifat pendistribusiannya dapat digolongkan menjadi :

a. Pasar Modern, adalah pasar yang dibangun oleh Pemerintah, Swasta, atau Koperasi yang dalam bentuknya berupa Mall, Supermarket, Departement Store, dan Shoping Center dimana pengelolaannya dilaksanakan secara modern, dan mengutamakan pelayanan kenyamanan berbelanja dengan manajemen berada disatu tangan, bermodal relatif kuat, dan dilengkapi label harga yang pasti.

b. Pasar Tradisional, adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah, Swasta, Koperasi atau Swadaya Masyarakat dengan tempat-tempat usaha berupa toko, kios, los dan tenda, yang dimiliki/ dikelola oleh pedagang kecil dan menengah, dan koperasi, dengan usaha skala kecil dan modal kecil, dan dengan proses jual beli melalui tawar menawar.

c. Pasar Grosir, adalah pasar tempat dilakukannya usaha perdangan partai besar.

d. Pasar Eceran, adalah pasar tempat dilakukannya usaha perdagangan dalam partai kecil.

e. Pasar Swalayan (Super Market), adalah pasar yang kegiatan usahanya menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari secara langsung kepada konsumen dengan tehnik pelayanan oleh konsumen itu sendiri.

(Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia, Nomor 23/ MPP/ Kep/ 1/ 1998 tentang Lembaga-Lembaga Usaha Perdagangan)



C. Konsep Biaya

Konsep Biaya menurut Prayitno Djojopawiro (1982 : 26 ) mengatakan bahwa biaya adalah jumlah yang dinyatakan dengan uang, yang dikeluarkan atau harta lain yang ditransfer, modal saham yang diterbitkan, jasa yang diberikan, atau utang yang terjadi, dalam hubungannya dengan barang atau jasa yang diterima atau akan diterima.

Biaya dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) antara lain :

1. Biaya Tetap

Biaya yang secara terus menerus tidak berubah totalnya, walaupun volume atau aktivitasnya banyak berubah. Biaya tetap persatuan berubah menurut perubahan volume.

2. Biaya Variabel

Biaya yang totalnya berubah secara proposional dengan perubahan volume atau aktivitas. Biaya persatuannya relatif sama. Bahan langsung dan tenaga kerja langsung biasanya dianggap biaya variabel.

3. Biaya Semi Variabel

Biaya yang berubah, tetapi tidak secara proposional dengan volume atau aktivitas. Misalnya biaya bagian urusan gaji, mungkin tetap tidak berubah sampai sejumlah karyawan produksi tertentu.







D. Konsep Tentang Harga

Penetapan harga sebenarnya cukup kompleks dan rumit. Menurut para ahli bahwa harga, nilai dan faedah (utililty) merupakan konsep-konsep yang sangat berkaitan. Utility adalah atribut suatu produk yang dapat memuaskan kebutuhan. Sedangkan nilai adalah ungkapan secara kualitatif tentang barang untuk dapat menarik barang lain dalam pertukaran.

Jadi, harga dapat didefinisikan secara singkat menurut, Swastha dan Irwan adalah “jumlah uang (ditambah produk kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari produk dan pelayannya.”

Dari definisi diatas, dapat diketahui bahwa harga yang dibayar oleh pembeli itu sudah termasuk pelayanan yang diberikan oleh penjual bahkan penjual juga menginginkan sejumlah keuntungan dari harga tersebut.

Dalam perekonomian kita sekarang ini, untuk mengadakan pertukaran atau untuk mengukur nilai suatu produk, kita menggunakan uang, merupakan sistem barter. Dengan jumlah uang yang dipergunakan dalam pertukaran tersebut mencerminkan tingkat harga suatu barang.

Dari definisi tersebut diatas, dapat diketahui bahwa harga yang dibayar oleh pembeli itu sudah termasuk pelayanan yang diberikan oleh penjual bahkan penjual juga menginginkan sejumlah keuntungan dari harga tersebut.





E. Tujuan Penetapan Harga

Adapun yang menjadi tujuan dari penetapan harga dikaitkan dengan pemasaran hasil perdagangan ikan dimana harga lebih banyak ditentukan oleh pembeli atau pedagang.

Tujuan penetapan harga ikan oleh pedagang ikan adalah :

a. Untuk menjaga mutu hasil perdagangan ikan yang ditawakan;

b. Mencapai laba maksimum;

c. Mempertahankan dan memperbaiki market share.



F. Peran Pedagang Ikan

Pedagang ikan merupakan salah satu pedagang yang mempunyai peran penting dalam jalur perekonomian pasar. Dimana kebutuhan masyarakat ( Konsumen) akan kebutuhan pangan dapat terpenuhi baik secara langsung maupun tidak secara langsung.

Kebutuhan akan ikan setiap tahunnya terus meningkat, ini dikarenakan kebutuhan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi ikan sangat tinggi. Dan dipengaruhi juga oleh selera setiap individunya.

Hal ini membuka peluang bagi para pegadang ikan untuk memyediakan berbagai jenis ikan dari hasil tangkapan nelayan yang sesuai dengan selera dan kebutuhan konsumen.

Peran pedagang ikan di Pasar Ruko Pasifik Permai Jayapura sangat baik, ini dikarenakan letak dan posisi serta lokasi Pasar Ruko Pasifik Permai Jayapura yang sangat strategis, karena berada dekat dengan lokasi pemukiman penduduk dan berada dekat pusat Kota Jayapura.

Letak dan posisi yang sangat strategis ini membuat masyarakat ( konsumen ) yang berada di Kota Jayapura mempunyai banyak pilihan dalam mencari tempat untuk berbelanja, khususnya untuk perdagangan ikan. Dan ini membuat persaingan antara pasar tradisional yang satu dengan yang lainnya bersaing secara sehat.

Adanya alternatif tempat untuk berbelanja khususnya penjualan ikan, ini membuat Kota Jayapura semakin ramai.

Hasil tangkapan nelayan yang ditawarkan para pedagang ikan kepada konsumen sangat beragam mulai dari jenisnya, ukurannya ( besar / kecilnya ), bahkan hingga harga yang ditawarkan. Sehingga ini membuat masyarakat ( konsumen ) dapat memilih jenis ikan mana yang diinginkan sesuai dengan selera dan kebutuhan konsumen tersebut.

Kebutuhan masyarakat ( konsumen ) akan kebutuhan mengkonsumsi ikan yang ada di Kota Jayapura cukup tinggi ini dikarenakan dengan banyaknya jumlah pedagang ikan yang ada di Kota Jayapura, yang menempati pasar-pasar tradisional yang disediakan oleh Pemerintah Kota Jayapura.

Masyarakat atau konsumen yang berbelanja ikan di Pasar Ruko Pasifik Permai Jayapura terdiri dari berbagai macam golongan ekonomi, baik golongan ekonomi atas, golongan ekonomi sedang maupun golongan ekonomi rendah.Ini dikarenakan harga ikan yang ada di Pasar Ruko Pasifik Permai Jayapura terjangkau oleh segala macam golongan ekonomi.

Keterjangkauan harga ini makin membuat para pedagang ikan untuk terus meningkatkan

1 comments:

Anonymous said...

harap disertakan juga duunkz refferensi" yg ud ada sama juduL bukunyaaa!! terutama mengenai definisi pasar


Post a Comment