Saturday, August 1, 2009

Laporan Penelitian Jagung

Di Indonesia jagung (Zea mays L.) memegang peranan kedua setelah padi. Tanaman jagung digunakan sebagai bahan pangan kedua karena memiliki kandungan gizi seperti karbohidrat, protein, dan kalori yang hampir sama dengan beras. Jagung selain dapat digunakan sebagai bahan pangan juga dapat digunakan sebagai bahan baku industri dan pakan ternak.
Peningkatan jumlah penduduk serta berkembangnya usaha peternakan dan industri yang menggunakan bahan baku jagung, mengakibatkan kebutuhan akan jagung terus mengalami peningkatan.
Produksi jagung muda digunakan oleh manusia dan jagung tua banyak digunakan sebagai bahan baku industri dan pakan ternak. Industri makanan ternak semakin berkembang sejalan dengan permintaan peternak. Jenis ternak yang memerlukan jagung dalam jumlah besar pada komposisi ransumnya adalah ayam. Jagung yang diberikan dapat berupa jagung pipil, jagung giling, dan limbah industri pengolahan minyak jagung berupa bungkil jagung. Pada ayam fase pertumbuhan (grower) komposisi jagung dalam ransumnya berkisar 45% dan pada fase berproduksi (layer) berkisar 38%.
Pada saat ternak mengalami fase pertumbuhan, dibutuhkan makanan yang mengandung kalori tinggi. Oleh karena itu didalam ransum perlu ditambahkan bahan yang berkalori tinggi. Secara keseluruhan, gizi yang cukup menyebabkan ternak berproduksi lebih baik. Telur dan daging sebagai hasil utama ternak sangat ditentukan oleh gizi yang terkandung dalam ransum. Hasil penelitian menunjukan bahwa jagung sebagai ransum yang terbesar cukup menunjang keberhasilan produksi telur.
Keberhasilan akan budidaya jagung ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain teknik budidaya yang tepat dan penerapan teknologi yang tepat guna bagi pertumbuhan tanaman jagung. Di samping faktor di atas produksi jagung lebih dipengaruhi oleh produktivitas tanah. Untuk meningkatkan produktivitas jagung sekaligus mempertahankan tingkat kesuburan tanah perlu adanya pemberian pupuk organik. Pemberian pupuk organik dapat meningkatkan kesuburan tanah karena pupuk organik memperbaiki sifat kimia, fisik, dan biologi tanah.
Kompos merupakan bahan organik yang telah mengalami dekomposisi oleh mikroorganisme pengurai sehingga dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki sifat-sifat tanah, disamping itu di dalam kompos terkandung hara-hara mineral yang berfungsi untuk penyediaan nutrisi bagi tanaman. Kompos dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Kompos limbah batang jagung sangat berpotensi untuk memperbaiki kesuburan tanah karena kandungan unsur haranya yang tinggi.
Budidaya tanaman jagung pada Bisnis Plan ini menggunakan teknologi kompos limbah batang jagung sebagai pupuk organik untuk mengurangi penggunaan pupuk buatan yang bertujuan untuk mengurangi biaya produksi dan meningkatkan keuntungan pada budidaya tanaman jagung.
Pemberian pupuk organik dapat meningkatkan kesuburan tanah karena pupuk organik memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Pada umumnya pupuk organik mengandung unsur makro N, P, K rendah, tetapi mengandung hara mikro yang cukup untuk pertumbuhan tanaman. Jadi, kompos selain mengandung hara yang lengkap yang dapat memperbaiki sifat kimia tanah, juga memperbaiki sifat fisik terutama memperbaiki tekstur dan struktur tanah sehingga tanah menjadi gembur. Sedangkan pupuk anorganik banyak mengandung zat kimia, mudah didapat tetapi harganya lebih mahal dan dapat merusak tanah. Kebutuhan pupuk anorganik untuk pertanaman jagung per hektarnya adalah Urea 200-300 kg, SP-36 75-100 kg, dan KCl ± 50 kg (Warisno, 1998). Tanaman jagung mengandung nitrogen 0,92%, posfor 0,29%, dan kalium 1,39% (Ruskandi, 2005).
1.2. Manfaat Ekonomi
Jagung memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, karena kebutuhan akan jagung semakin meningkat baik dari kalangan industri maupun sebagai pakan ternak.
Produksi utama tanaman jagung adalah biji. Biji jagung merupakan sumber karbohidrat yang potensial untuk bahan pangan maupun bahan non pangan. Produksi sampingan berupa batang, daun dan kelobot dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak ataupun pupuk kompos.
Di Indonesia, khususnya pulau Jawa tanaman jagung sangat dimanfaatkan, mulai dari batang sampai daunnya, contohnya kelobot jagung digunakan sebagai pembungkus dodol dan kerajinan tangan lainnya sehingga dapat menambah penghasilan petani serta pendapatan pemerintah daerah.





1.3. Manfaat Sosial
Permintaan pasar terhadap jagung semakin meningkat, sehingga bagi para petani merupakan peluang emas untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan produksinya.
Pengembangan usahatani jagung dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha sehingga mengurangi tingkat pengangguran dan kriminalitas.
Jagung dapat meningkatkan gizi masyarakat karena jagung mengandung protein nabati, lemak, minyak, karbohidrat, air, dan vitamin. Bertambahnya gizi masyarakat dapat mencerdaskan dan menyehatkan tubuh serta kualitas SDM.
1.4. Tujuan
Adapun tujuan dari Bisnis Plan ini adalah :
1. Menjalankan bisnis kewirausahaan dalam bidang pertanian
2. Mampu menganalisa kelayakan usahatani jagung dengan teknologi kompos limbah batang jagung
3. Mempelajari manfaat kompos limbah batang jagung terhadap produksi tanaman jagung dan efisiensi

Mau download lengkap silahkan disini http://www.indowebster.com/PEMANFAATAN_LIMBAH_BATANG_JAGUNG_SEBAGAI_KOMPOS_UNTUK_MENEKAN_BIAYA_PRODUKSI_PADA_BUDIDAYA_TANAMAN_JAGUNG_.html

1 comments:

OCTHA said...

TRIMAKASIHHH ;;)


Post a Comment