Friday, July 31, 2009

PROPOSAL PENELITIANPENGARUH HARGA JUAL KOPRA TERHADAP PENDAPATAN PETANI KELAPA PADA DESA KOLAKA KECAMATAN TANJUNG BUNGA KABUPATEN FLORES TIMUR

LATAR BELAKANG
Pembangunan pada hakekatnya adalah proses perubahan yang secara terus menerus dan merupakan kemajuan dan perbaikan menuju arah tujuan yang ingin dicapai. Pembangunan yang dilaksanakan di Negara Indonesia bertujuan untuk mewujudkan suatu masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Dalam pembangunan dibidang Ekonomi yang dilaksanakan di Negara Indonesia tertuang dalam pasal 33 ayat 1 UUD 1945. Amanat UUD tersebut adalah Perekonomian Disusun Sebagai Usaha Bersama Berdasarkan Asas Kekeluargaan.
Propinsi NTT merupakan salah satu propinsi dengan kondisi geografis yang sangat cocok untuk areal pertanian. Oleh karena itu peningkatan penjualan dari hasil pertanian masyarakat terutama petani kelapa diberbagai sub sektor pertanian menjadi landasan utama pemerintah daerah NTT. Untuk itu perlu ada sumber daya alam seperti lahan pertanian yang ada. Pembangunan dibidang ekonomi pedesaan terus diusahakan untuk menemukan potensi baru yang dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat didaerah pedesaan. Hal ini disebabkan karena sebagian masyarakat bermukim didaerah pedesaan dengan sumber pencahariannya bertani. Pertanian rakyat Indonesia khususnya Propinsi NTT terdiri dari pertanian tanaman umur panjang dan tanaman umur pendek.
Berbagai macam hasil pertanian yang dihasilkan oleh petani yakni pertanian tanaman umur pendek seperti padi jagung dan tanaman Holtikultural lainnya sedangkan tanaman umur panjang seperti kelapa jambu mete dan kemiri.
Masyarakat didesa Kolaka Kecamatan Tanjung Bunga merupakan masyarakat pedesaan yang berada dalam lingkungan perekonomian yang subsistim sifatnya. Dimana dengan tingkat kehidupan masyarakat masih tergolong miskin sehingga menuntut mareka untuk selalu berusaha guna memeranginya, dengan melakukan segala aktifitas yang dapat mengubah sistim perekonomian mereka yaitu dengan menjual hasil dari perkebunan juga menjual hasil alam. Hasil dari pertanian ini akan dijual ke pedagang untuk di ekspor. Maka pembangunan di sektor pertanian sebagai salah satu sektor yang memegang peranan yang sangat strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Nasional. Hal ini terlihat keberhasilannya menjadikan daerah pedesaan menjadi semakin terbuka dengan berbagai arus informasi serta merubah pola pikir dari masyarakat yang semakin kritis dan rasional serta merubah pola pertanian mereka dari tradisional mengarah pada pola modern.
Pada penelitian ini yang diamati adalah komoditi kopra. Pemilihan kopra sebagai obyek penelitian karena hampir semua penduduk desa Kolaka mengusahakan komoditi kopra.Hal ini disebabkan karena desa Kolaka terletak di pesisir pantai dan sangat cocok untuk tanaman kelapa.
Dalam penelitian ini yakni peneliti ingin meneliti komoditi kopra yang dihasilkan dari pertanian tanaman kelapa. Dalam memproduksi 1 kg kopra dibutuhkan kelapa 4-6 buah dan waktu yang diperlukan 4-7 hari mulai dari panen, belah jemur atau pengupasan dan siap untuk dijual.
Berdasarkan penelitian pendahuluan pada petani kelapa di desa Kolaka, rata-rata petani memiliki pohon kelapa produktif sebanyak 70 – 100 pohon, seharusnya setiap tahun hasil panen kelapa mencapai 500 – 2.500 buah, namun yang dialami dalam lima tahun terakhir ini produksinya menurun menjadi rata-rata 300 – 1.000 buah. Pengalaman seperti ini sebagai akibat dari pengolahan yang dilakukan secara tradisional.
Berdasarkan hasil pra penelitian, diketahui bahwa faktor yang mempengruhi pendapatan petani kopra adalah faktor harga. Kenyataan dilapangan membuktikan bahwa harga yang ditetapkan oleh pihak terkait seperti pedagang perantara dan KUD tidak stabil atau sangat berfluktuasi dari tahun ke tahun bila dibandingkan dengan biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani kelapa untuk memproduksi kopra. Pengaruh harga terhadap pendapatan disebabkan karena masyakat masih menggunakan cara tradisional dalam memproduksi kopra. Dengan demikian maka harga kopra tidak stabil atau berfluktuasi dari tahun ketahun dan tidak sesuai dengan yang diharapkan para petani dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Harga jual tersebut ditentukan berdasarkan harga pasar
Dalam penetapan harga mencakup segala usaha untuk mencocokkan biaya, volume penjualan dan harga oleh sebab itu, petani dalam meningkatkan pendapatan, harus memperhitungkan harga dalam volume penjualan di samping membutuhkan alternatif lain terhadap penetapan harga jual yang akan memberikan keuntungan penjualan dengan total pendapatan yang besar.
Ada dua faktor yang dapat mempengaruhi pendapatan yaitu harga dan volume penjualan. Setelah dianalisa faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan yang diterima oleh petani kelapa tersebut adalah harga dan volume penjualan. Dilihat dari penerimaan petani yang merupakan perkalian antara produksi dan harga jual sedangkan pendapatan adalah selisih antara penerimaan dengan semua biaya yang dikeluatkan untuk memproduksi kopra. Dari persoalan utama yang dihadapi oleh petani yakni menurunnya pendapatan yang diakibatkan harga yang ditetapkan oleh para pedagang terlalu rendah serta naiknya biaya produksi.

Kalau mau download lengkap silahkan ini linknya jangan lupa komentarnya
http://www.indowebster.com/analisis_pendapatan_petani_kOPRA.html

1 comments:

Anonymous said...

proposal penelitian anda sangat bagus seperti yang di rasakan para petani kelapa yang ada di daerah maluku utara sekarang by oba


Post a Comment