Friday, July 31, 2009

Analisis Pendapatan Petani Kakao (Theobroma cacao, L) dan Faktor – faktor Yang Mempengaruhinya di Nagari Lubuak Batingkok Kecamatan Harau Kabupaten

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kakao (Theobroma cacao, L) adalah salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peranan penting dalam pembangunan, karena dilihat dari peran ekonomi ke depan dan ke belakangnya cukup besar. Ke belakang sebagai lapangan kerja bagi rumah tangga petani, buruh tani, dan penggunaan input pertanian. Ke depan memberikan kesempatan kerja dan berusaha di sektor, transportasi, industri makanan, rumah makan/restoran, dan industri minuman. Oleh karena itu pengusahaan perkebunan kakao tidak saja mampu menampung kesempatan kerja juga menjadi sumber pendapatan bagi sebagian masyarakat perdesaan dan perkotaan yang terikat dalam masyarakat kakao
Kakao diproduksi oleh lebih dari 50 negara yang berada di kawasan tropis yang secara geografis dapat dibagi dalam tiga wilayah yaitu Afrika, Asia Oceania dan Amerika Latin. Pada tahun 2002 dan 2003, produksi kakao dunia diperkirakan sebesar 2.996.000 ton. Wilayah Afrika memproduksi biji kakao sebesar 2.058.000 ton atau 68,7% produksi dunia. Sementara Asia Oceania dan Amerika Latin masing masing memproduksi 549,7 ribu ton dan 387,6 ribu ton atau 18,4% dan 12,9% produksi dunia. Produsen utama kakao dunia adalah Pantai Gading dengan total produksi 1,28 juta ton pada tahun 2002 dan 2003. Produsen utama lainnya adalah Indonesia, Ghana, Nigeria dan Brazil dengan produksi pada tahun 2002 dan 2003. masing masing 450.000 ton, 450.000 ton, 165.000 ton dan 145.000 ton. (Kapanlagi.com Rabu, 12 Maret 2009)
Keseimbangan produksi dan konsumsi kakao dunia tersebut diperkirakan terus berlanjut, bahkan lebih cenderung mengalami defisit karena beberapa negara produsen utama menghadapi berbagai kendala dalam upaya meningkatkan produksinya untuk mengimbangi kenaikan konsumsi. Pantai Gading menghadapi masalah karena ada keharusan untuk mengurangi subsidi dan kestabilan politik dalam negeri. Ghana dan Kamerun juga menghadapi masalah subsidi dan insentif harga dari pemerintah. Sedangkan Malaysia menghadapi masalah ganasnya serangan hama PBK dan adanya kebijakan untuk berkonsentrasi ke kelapa sawit. Kondisi tersebut sangat menguntungkan Indonesia, karena animo masyarakat untuk mengembangkan perkebunan kakao beberapa tahun terakhir sangat besar, sumber daya lahan masih tersedia dan keinginan masyarakat tersebut dapat terwujud dengan mengandalkan pendanaan sendiri. Areal perkebunan kakao berkembang rata-rata hampir 10% per tahun selama lima tahun terakhir dan hal tersebut merupakan suatu tingkat pertumbunhan yang sangat besar pada posisi areal perkebunan kakao mendekati sejuta hektar. (VivaNews.com. Rabu, 15 Maret 2009)
Luas area pertanaman kakao di Indonesia terus mengalami peningkatan sejak tahun 2002 hingga tahun 2008. Peningkatan tertinggi terjadi dalam dalam tahun 2007 yaitu seluas
270.147 Ha (22.64%).

1.2 Perumusan Masalah
Pembangunan nasional dewasa ini diprioritaskan pada bidang perekonomian sehingga pemerintah selalu berusaha untuk menerapkan kebijaksanaan dalam peningkatan hasil produksi pertanian. Apalagi negara kita terkenal dengan negara agraris yang mempunyai areal pertanian yang cukup luas, dengan smber daya alam yan masih sangat perlu digali dan dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan manusia.
Sasaran utama pembangunan pertanian dewasa ini adalah peningkatan produksi pertanian dan pendapatan petani, karena itu kegiatan disektor pertanian diusahakan agar dapat berjalan lancar dengan peningkatan produk pangan baik melalui intensifikasi, ekstensifikasi, dan diversifikasi pertanian yang diharapkan dapat memperbaiki taraf hidup petani, memperluas lapangan pekerjaan bagi golongan masyarakat yang masih tergantung pada sektor pertanian.
Sedangkan Tata Niaga masih dikuasai oleh tengkulak/pedagang pengumpul, sehingga margin keuntungan yang diterima petani relatif kecil dibanding dengan pedagang perantara. Selain itu harga masih dikendalikan oleh pedagang perantara karena ”bargaining potition” petani yang rendah.
Skala usaha petani yang diusahakan relatif kecil, dengan produksi yang rendah, serta biaya transportasi dalam pengangkutan menyebabkan petani lebih senang menjual pada pedagang pengumpul daripada menjualnya langsung ke agen. Sedangkan apabila coklat itu dikumpulkan dulu baru di jual ke agen akan mengakibatkan turunnya kualitas biji kakao, karena pengolahan penanganan pasca panen umumnya masih dilakukan dilakukan secara tradisional, dengan peralatan sederhana sehingga sehingga hasil yang diharapkan tidak sesuai yang diharapkan oleh petani.



Berdasarkan uraian di atas, maka terdapat beberapa permasalahan yang perlu dijawab, antara lain:
1. Berapa pendapatan yang diperoleh petani kakao di daerah penelitian?
2. Apakah usahatani yang dikelolah petani kakao diKenagarian Lubuak Batingkok Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota menguntungkan atau layak untuk diusahakan ?
3. Faktor apa saja yang diduga mempengaruhi tingkat pendapatan yang diperoleh petani di daerah penelitian?
Berdasarkan pertanyaan diatas maka penulis merasa perlu untuk melaksanakan penelitian yang berjudul “Analisis Pendapatan Petani Kakao dan Faktor – faktor Yang Mempengaruhinya”.

1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan pada latar belakang dan rumusan masalah, maka tujuan dari penelitian ini, adalah :
1. Berapa besar pendapatan usaha tani kakao di daerah penelitian.
2. Mengetahui keuntungan/kelayakan usaha tani kakao di Kenagarian Lubuak Batingkok Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota.
3. Mengetahui faktor-faktor yang diduga mempengaruhi tingkat pendapatan petani padi di daerah penelitian




1.4 Manfaat Penelitian
Dari hasil penelitian tersebut diharapkan dapat memberi manfaat sebagai berikut:
1. Sebagai sumbangan pemikiran bagi pemerintah daerah khususnya dalam hal ini adalah Nagari Lubuak Batingkok, dalam rangka pembinaan terhadap petani kakao dalam upaya peningkatan hasil produksi dan tingkat pendapatan petani.
2. Untuk menambah pengalaman dan pengetahuan penulis tentang masalah pertanian khususnya sektor tanaman coklat
3. Sebagai bahan referensi dan perbandingan bagi peneliti berikutnya yang akan melakukan pengkajian masalah yang relevan.

Kalau rekan -rekan mau download lengkap silahkan klik dibawah ini, saya ingin membantu rekan - rekan siapa tahu dengan hal sedikit ini bisa membanntu rekan - rekan sekalian kalau tidak keberatan rekan - rekan tolong tulis komentarnya
http://www.indowebster.com/analisis_pendapatan_petani_kakao.html

0 comments:


Post a Comment